Archive for ‘Budidaya Rosella’

31 October 2010

Jenis Jenis Rosella

Jenis 2 rosella berdasarkan pengenalan kami di lapangan ada 4, yaitu :

ROSELLA MERAH


ROSELLA UNGU

 

ROSELLA HITAM


ROSELLA PUTIH

Pengalaman di lapangan Di Tulis Oleh mas abe (ukm ash sholihin)

Advertisements
30 October 2010

Kerajaan Rosella

Classification:
Hibiscus sabdariffa L.

Kingdom

Plantae – Plants
Subkingdom Tracheobionta – Vascular plants
Superdivision Spermatophyta – Seed plants
Division Magnoliophyta – Flowering plants
Class Magnoliopsida – Dicotyledons
Subclass Dilleniidae
Order Malvales
Family Malvaceae – Mallow family
Genus Hibiscus L. – rosemallow
Species Hibiscus sabdariffa L. – roselle
13 October 2010

Cegah Busuk Akar

Busuk Akar sengaja dipisahkan tersendiri karena tidak dapat dipisahkan dari suka duka menenem adenium , merupakan penyakit yang dapat dialami oleh siapa saja , tidak mempedulikan apakah dia sangat berpengalaman , ataupun pemula kecuali jika kita hanya menanam adenium dalam hitungan jari. Busuk akar merupakan pengalaman pahit jika kita mengalaminya , tetapi sangat menarik untuk diceritakan tanpa kita sadari. Busuk akar , bonggol akar mengkerut dan semua gejalanya memberikan warna tersendiri didalam pemeliharaan dan perkembangbiakan adenium. Untuk itu kita menjadikannya sebagai ikon masalah dan sengaja membahasnya dihalaman ini secara eksklusif.

Busuk akar kerap kali disebabkan oleh :
– Penyiraman yang terlalu banyak dan sering , umumnya terjadi pada masa peralihan , dimana sinar matahari menyengat teriknya , tetapi hujan juga turun tanpa terkendali.
– Media yang digunakan sifat porositasnya rendah sehingga menahan air dalam jangka waktu yang lama. Hal ini lebih disebabkan kurangnya pengetahuan akan fungsi-fungsi dan sifat media.
– Kebanyakan kena air pada waktu musim hujan.
– Memotong akar pada saat training , ataupun bonggol akar terluka tidak sengaja , dan ketika ditanam luka belum kering benar.
– Oleh sebab-sebab yang kita sendiri juga tidak tahu , karena terjadi begitu saja padahal sudah diupayakan segala macam cara.

Sering juga dijumpai komentar penghoby ketika tanamannya mengalami busuk akar bahwa “adeniumnya ketika ditempat awalnya sebelum dibeli , ditanam sembarangan , pada media yang asal-asalan saja tetapi baik-baik saja dan malah subur” , karena tidak tau bahwa proses pemindahan , pengangkatan , training , dan berbagai hal tadi merupakan pemicu terjadinya luka baik yang terlihat ataupun tidak , yang menjadi asal muasal busuk akar.

Gejala awal Busuk akar bisa dilihat dari bonggol yang membusuk , daun menguning dan rontok , batang mengerut , dan pertumbuhan terhambat. Seringkali busuk dimulai dari luka yang kecil , dan menjalar didalam bonggor akar. sehingga dari luar tampak baik-baik saja. tidak jarang busuk akar bisa menghabiskan seluruh pohon karen menjalar dari akar sampai keatas batang.

Cara pencegahan Busuk akar dengan cara :

– Mengatur interval waktu penyiraman yang disesuaikan dengan kondisi media tanam
– Menggunakan media tanam yang porous , dan memberi styrofoam di dasar pot. Sehingga air yang berlebih bisa segera terbuang.
– Pada musim hujan sebaiknya diupayakan agar tanaman diletakkan di tempat yang tidak terkena air hujan (dinaungi) , sehingga media tidak terlalu lembap.
– Pada waktu memotong akar , sebaiknya pisau pemotong dalam keadaan steril ( bersih)
– Jika terjadi luka , karena pemindahan pohon , atau sengaja dipotong ketika melakukan training akar , sebaiknya tanaman adenium digantung dan diangin-anginkan ditempat yang teduh dan kering. Jangan sampai terkena sinar matahari langsung , karena dapat mengakibatkan tanaman menjadi kering dan mati.

Langkah-langkah pegobatan :

Adenium yang telah terserang busuk akar harus segera dicabut dari potnya , kemudian dicuci bersih dan akar yang busuk dipotong menggunakan pisau yang steril. Pemotongan harus sampai tidak ada lagi bagian busuk yang tersisa , karena akan dengan mudah menjalar ke bagian yang masih sehat hanya dalam hitungan hari.
Luka bekas potongan diolesi fungisida untuk mencegah ditumbuhi jamur , atau kapur sirih sebagai antiseptik dan mempercepat pengeringan luka.

Selanjutnya tanaman digantung dan diangin-anginkan di tempat yang kering sehingga akarnya mengering. pada saat ini harus juga diperhatikan jika sampai beberapa hari luka tidak mengering , tetapi masih basah , sebaiknya diperiksa kembali. Jika ternyata hal itu disebabkan masih ada bagian yang busuk , harus dengan sigap dan “Tega” untuk segera memotongnya. Beberapa penghoby untuk mencapai kondisi lukanya kering , bahkan sampai menggantung adeniumnya mencapai 2 bulan.

Pada saat digantung akan tampak tanaman menjadi kering , daun-daunnya layu , menguning dan rontok. batang dan akar mengkerut tetapi dalam kondisi kering. kebanyakan tanaman adenium akan mengeluarkan bunga yang cukup banyak pada kondisi ini. Secara natural itu hal yang wajar , karena si Adenium kita merasa jiwanya terancam dan melakukan langkah pembungaan sebagai upaya melanjutkan keturunannya dengan menghasilkan biji. Umumnya tanaman digantung 3 hari , semakin lama digantung , maka akan mengakibatkan upaya pemulihan ketika ditanam menjadi lebih lama lagi.

Setelah kondisi tanaman dalam keadaan kering baru dapat ditanam kembali dengan media tanam baru. Sebelum daitanam , sebaiknya tanaman terutama akarnya disiram dengan larutan perangsang akar , dan dianginkan agar kering sebelum ditanam. Setelah penanaman adenium sebaiknya disimpan ditempat yang teduh dan kering untuk menghindari penguapan yang berlebihan dan tidak disiram 3 s/d 5 hari. Tanaman dapat mulai disiram setelahnya dalam jumlah yang sedikit saja untuk memancing metabolismenya. Perlu diingat tanaman juga sedang dalam masa pemulihan , dimana perakaran umumnya tidak dapat melakukan penyerapan dengan baik , jadi penyiraman yang berlebihan hanya akan membahayakan hidupnya. Seminggu setelah ditanam akan tampak tunas-tunas baru bermunculan. Anda dapat bernafas lega tanaman adenium kesayangan anda dapat dipindahkan secara bertahap sampai dapat menerima sinar penuh(aklimatisasi)

Mengatasi busuk akar haruslah “tega” didalam memotong bagian-bagian yang busuk – meskipun seringkali mengorbankan penampilannya secara keseluruhan ( karena itu bonggol akar andalan ) dan juga “tega” untuk tidak cepat-cepat menanamnya sebelum lukanya kering. Ketidaktegaan hanya akan mengakibatkan tanaman Adenium yang kita sayangi menemui ajalnya. Penyesalan selalu datang terlambat. Hal ini dialami oleh seluruh pecinta , petani , penghoby serta pemerhati adenium di seluruh dunia.

http://myadenium.com/hamapenyakit/busuk_akar.php

Tags: ,
13 October 2010

Tips Memisahkan Kelopak Rosella Dari Biji

Ada beberapa cara melepaskan kapsul biji dari kaliks (kelopak) rosela. Lebih mudah memisahkan kapsul biji dalam keadaan rosela masih basah (baru saja dipetik). Beberapa orang melepas kapsul biji dengan cara mengerat kelopak menggunakan kuku jari ataupun pisau kecil.

Kami menggunakan alat sederhana yang kami buat sendiri dari pipa ( bisa dari logam maupun plastik). Cara penggunaannya bisa dilihat pada gambar berikut :

Setelah kapsul biji terlepas, bisa langsung dijemur, sementara kaliks dicuci menggunakan air bersih sebelum dijemur. Untuk memperoleh kaliks kering memerlukan waktu penjemuran 4-5 hari pada saat cuaca cerah.

13 October 2010

Budidaya Tanaman Rosella

 

TANAMAN rosela dapat tumbuh pada tanah regosol, aluvial, dan latosol dengan tekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan pH 6–7. Tanaman ini akan berkembang optimal pada ketinggian 0–900 m di atas permukaan laut dan terbuka yang memiliki curah hujan cukup dengan musim kemarau nyata (klasifikasi B dan C menurut Schmidt Fergusson) dengan kelembapan 60–75%. Kebutuhan air pada tanaman muda cukup banyak, sedangkan pada tanaman dewasa yang berbunga kebutuhan airnya relatif sedikit.

Di lapangan tanaman rosela dapat ditumpangsarikan dengan tanaman pangan, tetapi umumnya rosela ditanam secara monokultur dengan jarak tanam 1 m x 1,2 m atau 1,5 m x 1,5 m tergantung tingkat kesuburan tanahnya. Semakin subur tanah tempat budi daya, semakin lebar jarak tanamnya. Dengan demikian, populasi tanaman yang dibudidayakan mencapai 4.445 hingga 8.334 tanaman per hektare.

Kebutuhan benih rosela untuk membuat satu hektare pertanaman lebih kurang sebanyak 400 gram. Pada lahan-lahan datar dan agak miring, tanaman rosela dapat ditanam bersama dengan tanaman padi ladang atau jagung. Tumpang sari ini dapat berlangsung selama satu periode tanam padi atau jagung karena pada umur 4 bulan tajuk tanaman rosela sudah rimbun dan mulai berbunga.

Tanaman rosela diperbanyak dengan menggunakan benih yang diperoleh dari tanaman yang berproduksi tinggi dan sehat. Benih diambil dari buah rosela yang sudah tua yang dicirikan dari kulit buah berwarna cokelat.

Buah yang sudah dipisahkan dari kelopaknya dijemur di bawah sinar matahari selama tiga hingga lima hari. Bila buah sudah kering, buah akan pecah dan biji-biji dalam buah akan keluar.

Benih tersebut dapat langsung ditanam di lapangan atau disemaikan terlebih dulu dalam polybag. Bila benih langsung ditanam di lapangan, dalam satu lubang ditanam 3 buah benih. Benih yang ditanam di polibag memerlukan waktu 5–6 minggu untuk dapat dipindahkan ke lapangan.

Penanaman bibit rosela diawali dengan pengaturan jarak tanam dan pembuatan lubang tanam. Tempat-tempat yang ditentukan untuk penanaman benih atau bibit digemburkan dengan menggunakan pacul.

Apabila memungkinkan pada tempat-tempat yang akan ditanami bibit tersebut diberi pupuk kandang atau kompos sebanyak 2 kg setiap lubang tanam. Pada penanaman dengan benih lubang tanam cukup dibuat dengan menggunakan tugal, sedangkan pada penanaman dengan bibit polibag, lubang tanam dibuat dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 20 cm dua minggu sebelum bibit ditanam.

Masa penanaman bibit yang baik adalah pada awal musim hujan. Apabila bibit sudah ditanam, tetapi pada saat berikutnya tidak turun hujan, perlu dilakukan penyiraman dan pengurangan jumlah daun hingga 2–3 helai untuk mengurangi proses transpirasi.

Penanaman bibit rosela di lapangan dilakukan dengan urutan pekerjaan sebagai berikut. Bibit rosela dalam polibag diletakkan dalam lubang tanam dengan permukaan tanah dalam polibag rata dengan tanah bagian atas, kemudian barisan polibag diluruskan dengan barisan tanaman yang lain. Alas atau dasar polibag diambil dengan cara mengiris horizontal melingkar dan sisi atau dinding polibag diiris kanan-kiri dengan arah vertikal.

Pengisian lubang tanam dengan tanah dilakukan secara berangsur-angsur sambil mengeluarkan polibag dari lubang tanam. Tanah di luar kolom polibag dipadatkan secara hati-hati, sedangkan tanah dalam kolom polibag tidak boleh pecah, diinjak atau dipadatkan, karena dapat merusak perakaran yang telah tumbuh.

Bibit yang telah ditanam diperiksa secara intensif selama sekurang-kurangnya satu bulan. Bibit yang mati, pertumbuhannya kerdil atau terserang penyakit akar segera disulam. Penyulaman tanaman dilakukan sebaiknya masih dalam musim hujan periode yang sama.

Guna menunjang pertumbuhan tanaman agar tidak roboh pada saat berbunga, setiap tanaman perlu ditunjang dengan bambu yang cukup kuat.

%d bloggers like this: